Biogas dari sisa makanan

Pembuangan dan pengolahan limbah biologis merupakan tantangan utama bagi industri limbah. Untuk berbagai zat organik dari pertanian, bahan makanan industri pakan, pencernaan anaerobik adalah alternatif yang unggul untuk pengomposan karena merupakan penghasil daya yang bersih.

Biogas – campuran metana dan karbon dioksida – dibuat selama pencernaan anaerobik dan berfungsi sebagai bahan bakar terbarukan berdaya tinggi yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Mesin berbahan bakar biogas atau instalasi perbaikan biogas meningkatkan pengelolaan limbah sekaligus memaksimalkan penggunaan pasokan energi yang ekonomis.

Pembuatan Biogas dari Sampah Organik

Biogas dihasilkan dari fermentasi anaerobik bahan organik, biasanya terjadi di dalam tangki besar yang disebut digester anaerobik yang tidak menggunakan oksigen atmosfer. Sebagai produk metabolisme bagian dari metanogen dan bakteri asidogenik, prasyarat untuk produksinya adalah oksigen yang rendah, nilai pH 6,5 hingga 7,5 dan suhu konstan 35-45 °C (mesofilik) atau 45-55 °C ( termofilik). Periode pencernaan atau periode retensi biasanya antara 10 dan 30 hari tergantung pada jenis pencernaan yang digunakan. Sistem pencernaan anaerobik saat ini beroperasi sebagian besar dalam kisaran suhu mesofilik.

Film di atas menggambarkan fasilitas pencernaan limbah makanan dengan mesin gas terintegrasi.

Langkah Konversi dari Limbah Biodegradable menjadi Listrik

Proses pembangkitan biogas dibagi menjadi empat langkah:

  1. Persiapan pemasukan bahan
  2. Pencernaan (fermentasi), terdiri dari hidrolisis, asetogenesis, asidogenesis dan metanogenesis
  3. Konversi biogas menjadi listrik terbarukan dan panas yang bermanfaat dengan mesin gas
  4. Pasca perawatan digestate

Awalnya bahan baku ke digester diterima di wadah utama atau tangki penyimpanan cairan.

Pra-pengolahan merupakan pertimbangan penting ketika menggunakan digester anaerobik untuk limbah makanan. Ini mencakup berbagai teknologi berbeda yang mungkin mencakup penghancuran, penggilingan, teknologi penghilangan logam, dan konversi menjadi limbah tanaman atau pulp.

Dari sini dimasukkan ke dalam digester dengan berbagai cara tergantung pada susunan bahan limbah. Dalam tangki pencernaan serangkaian proses biologis dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas. Hidrolisis adalah proses dimana bahan organik dilarutkan ke dalam cairan pencernaan. Kemudian  langkah-langkah berikutnya adalah asidogenesis dan asetogenesis yang menciptakan molekul prekursor untuk metanogenesis. Metanogen memberi pasokan kepada prekursor ini dan menghasilkan metana sebagai produk limbah seluler.

Biogas yang mengandung metana yang diturunkan secara biologis ini disimpan dan dimasukan dalam tangki penyimpanan gas yang terletak terpisah dari digester utama, atau sebagai alternatif dapat membentuk lapisan atasnya. Tangki penyimpanan gas bertindak sebagai penyangga untuk menyeimbangkan fluktuasi produksi gas dalam digester. Biogas tersebut kemudian diubah menjadi energi terbarukan berupa listrik dan panas melalui kogenerasi/CHP dengan mesin gas.

Biogas CHP Schematic with EGHE

Pertimbangan Kualitas Biogas

Biogas mungkin mengandung kadar air (kelembaban) dan belerang yang tinggi, tergantung pada bahan baku  digester. Pengembang instalasi biogas harus mempertimbangkan potensi kontaminasi  gas saat merancang  fasilitas  mereka. Silakan  hubungi kantor penjualan

Clarke Energy setempat untuk memberi Anda petunjuk teknis kualitas bahan bakar gas untuk memahami batasan spesifik yang diperlukan. Clarke Energy dapat memasok peralatan pengolahan bahan bakar gas yang bebas dari masalah, atau sebagai bagian dari lingkup pasokan turnkey. Ini biasanya termasuk filter karbon, dehumidifier gas dan booster gas.

Ada Pertanyaan Lebih Lanjut?

Jika Anda memiliki pertanyaan teknis yang perlu dijawab, ingin mengatur untuk berbicara dengan bagian penjualan atau membuat janji untuk studi kelayakan.